Jumat, 18 Februari 2011

Tulang Rusuk itu takkan tertukar,,,Bersabarlah ukhti..

Terkadang kita para akhwat sering khawatir ketika teman-teman kita sudah menyempurnakan setengah agamanya,,kapan giliran kita??pertanyaan itu mungkin akan terngiang-ngiang di pikirannya. Menjadi beban dalam kehidupannya (bagi yg merasa terbebani..hehe..di bawa santai aja ukh). Kerja tidak konsentrasi,apalagi jika ditambah dengan keinginan orang tua yang ingin menimang cucu dari kita (khusus bagi yang merupakan anak sulung), dan datangnya godaan dari lelaki yang mengganggu kita sehingga membuat kita ingin ada orang yang bisa menjaga kita…waduh, tambah pikiran nih..>,<
Tapi tenang ukhti,,jawablah pertanyaan itu dengan santai. Tidak usah malu karena kita belum punya pasangan. Jujurlah pada hati sendiri. Kalau ada pertanyaan itu, bisa dijawab dengan kalimat seperti ini. “ insyaallah saya akan menyempurnakan setengah agama itu di waktu yang tepat dan bersama orang yang tepat”. Atau bisa juga dijawab” jodohnya udah ada dalam Lauhul Mahfudz, tapi Allah belum mempertemukannya”..hehe..simple khan?^_^
Memang perasaan dan kodrat kita dengan para ikhwan berbeda. Ketika rasa cinta itu datang, Akhwat bisa memendam rasa cintanya dan mencoba untuk tidak menggubrisnya karena ia takut salah meletakkan rasa cinta kepada orang yang belum halal baginya. Ia hanya akan mencintai orang yang menjadi suaminya hingga waktunya tiba. Walau sebagian besar akhwat hanya bisa menunggu sang ikhwan untuk melamarnya. Karena di masyarakat kita, masih tabu bagi akhwat/wanita untuk mengungkapkan perasaannya. Namun, bagi yang berani tidak ada masalah. Karena dulu Siti Khadijah pun lah yang melamar Nabi Muhammad SAW lewat pamannya.
Dalam QS An Najm ayat 45, Allah SWT berfirman :” dan bahwasanya Dia lah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita”.
Nah sobat, berdasarkan firman Allah tersebut, kita harus yakin bahwa Allah telah menyiapkan pasangan untuk kita. Tak usah khawatir kita sendirian tanpa ada pemimpin rumah tangga dalam kehidupan kita. Yakinlah bahwa Allah telah menyiapkan semuanya dan telah tertulis di Lauhul Mahfuzh..
Lantas siapa laki-laki yang akan menjadi imam kita??? Allah menjawab pertanyaan itu dalam QS An Nur ayat 26: “wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji pula, dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula."
SEmoga kita (termasuk penulis, hehe,) bisa mendapatkan imam yang terbaik bagi kita, wajahnya yang senantiasa mengingatkan kita akan keagungan Allah dan ia bisa membimbing kita menuju syurga Nya melalui ikatan pernikahan yang barakah.
Untuk sekarang ini, bersabarlah ukhti…Biarkan Allah yang mengaturnya. Semua akan indah pada waktunya.
Keep Smile..^_^

Selasa, 15 Februari 2011

Siluet Senja

Pijar.........
Pijar itu...
Membalurkan hangat di ronggaku..
Menggeliat pelan mengalir membasuh
Kebekuan dalam lorong sunyi bilik jantungku
Dan kala kucoba tuk  raih pijar itu
Jari dan tanganku gosong
Dan meleleh
Urung….
segala asa yang tertanam
gagal tuk  kuraih
Lewat isyarat sebuah pijar

Biarlah air menjadi awan
Yang kemudian menjadi mendung sebagai bekal hujan
Dan biarkanlah aku menjadi manusia
Yang meniti bait-bait keinsyafanku
Dalam sajadah panjang bernama kehidupan
Biarlah apa menjadi  adanya
Dalam simponi indah sunatullah
Tuk sekedar mengecup arti kesejatiaan hakiki
Itulah sebaik-baik bekal

Telah Luruh diri ini
berKubang air Mustakmal yang berserak
Kusibak alunan kaki seiring
tapak-Tapak yang Tak pernah terhenti
kusungkurkan jasad ini di kubahMu
menetes seiring irama Al-ashr
tetap tersungkur
aku merintih,,terisak dalam gaungMU
Tuhanku,,,,
luruh juga kah dosaku????

                                           (dikutip dari novel siluet Senja,2005)