Rabu, 19 Januari 2011

Surat untuk Ibuku

Bismillahirrahmannirrahim..
ku tulis note ini, untuk orang yang selalu ada ketika aku menangis..dia adalah ibuku..ibu no 1 di dunia..mungkin ibu mu juga ibu no1 bagimu juga..mari kita sayangi,dan cintai para ibu..


Tak terasa kini anakmu telah beranjak dewasa, Bu.Telah bisa memutuskan setiap keputusan walau kadang harus melukaimu, Maaf..kini anakmu telah menjadi seorang gadis yang suatu saat  akan diambil orang yang mencintaiku.Tapi, ku tahu rasa cintanya tak mampu mengalahkan rasa cintamu padaku. Ada mantan suami,mantan pacar tapi tidak ada mantan anak maupun mantan ibu.selamanya ikatan itu akan ada.
Ketika ingat masa kecilku, aku anak yang sangat bandel.Sering merepotkanmu,sering bermanja-manja denganmu..sampai umur 5 tahun pun ku harus ingin tidur bersamamu, menutup mata dengan belaian kasih sayangmu..Dulu,kala  kehidupan ekonomi kita tergolong cukup,kau selalu memenuhi keinginanku..teringat,ketika juara 1 di SD kau membelikanku sepasang baju baru dan buku tulis..wah, betapa bahagianya aku waktu itu,Bu. Dan berjanji agar selalu menjadi juara. Namun, satu tahun sesudahnya aku langsung  membuatmu kecewa berat..waktu mau pembagian raport kelas 3, kau menyetrikakan seragamku sambil bilang”  bajunya yang rapi ya,..kan ntar mau naik panggung, ibu akan melihatmu di kursi wali”ujar ibu sambil tersenyum. namun, dihari itu ku membuatnya kecewa. Ternyata aku bukan juara 1. Ketika dipanggil nama temanku, ku lihat dari kejauhan kau beranjak dari kursi dgn wajah kecewa dan langsung pulang ke rumah..Maaf,,anakmu ini tak berniat mengecewakanmu..
Bu,…kini anakmu sedang diperantauan. Kau melupakan sekian banyak kekecewaan yang telah kuberikan padamu..Kau kini malah menjadi orang yang paling menyemangatiku untuk berthalabul ilmu..kau ada ketika yang lain pergi..Kau menjadi sakit, karena ku..karena kau sering memikirkanku dan k au lupa memikirkan dirimu sendiri, BU. Ketika diperantauan ini ku sakit, kau malah merasakannya dari kejauhan. Ternyata benar, hati anak dan ibu tak bisa dipisahkan..
Ketika teteh menikah, kau menangis sedih melepasnya,..mungkin suatu saat, engkaupun akan menangis lagi untuk melepasku dan ku berharap engkau masih disisiku..
            Bu,kini wajahmu sudah mulai keriput. Ingin ku usap setiap airmata yang kau keluarkan untukku. Di Bibirmu sering terlantun doa untuk anakmu. Setiap doamu menjadi kekuatan bagiku..ku ingin membahagiakanmu.., BU..aku sangat mencintaimu..
Bu,..sebenarnya aku ingin sepertimu. Jadi ibu rumah tangga yang baik,.selalu melihat perkembangan anaknya.selalu mempunyai waktu untuk anaknya kapanpun dan dimanapun..tapi Bu, aku juga belum berani kalau harus meninggalkan karir ku kelak. Karena ku tau perjuanganmu yang berat agar aku bisa ber karir seperti ini..
            Bu, maaf kalau aku sering menyakitimu..membentakmu..ahhh, aku menyesal bu.semoga belum terlambat untukku meminta maaf padamu..semoga masih banyak pintu maaf yang kau berikan untukku..sungguh ku sangat takut kalo aku membuatmu marah..karena keridhaan Allah ada pada keridhaan orang tua, dan murkaNYa Allah ada pada murkanya orangtua..
            Bu, maaf kalau aku tidak pernah mengucapkan kata cinta untukmu..tidak pernah memberikan hadiah pada hari ulang tahunmu..tidak pernah membawakan bunga pada hari ibu..tapi yakinlah Bu, bahwa dalam setiap doaku, namamu selalu ku sebut..
Ibu, kau kekuatan sekaligus kelemahanku..Terimakasih Allah, kau memberikanku malaikat pelindung untuk menjagaku..syurgaMu berada di telapak kakinya..