Tanggal 8 mei 2011,,@ Bandara Soekarno Hatta
Dengan diiringi tangis keluarga, aku pamitan pergi..Di hadapan mereka aku berusaha untuk tidak bersedih terutama di depan ibuku. aku berhasil, hanya sedikit menitikkan airmata tapi hatiku yg sesak menahan tangis itu..Keluarga ku kusuruh menunggu di lantai 1,tak usah mengantarku ke lantai atas. Karena aku khawatir,aku menangis lagi..akhirnya yang mengantar ku ke atas adalah kakak ipar dan keponakan kecil ku..Ku kira,aku tak kan menangis.Tapi ternyata dugaanku keliru. kakak walaupun laki-laki, dia menangis ketika aku hendak chek in..Begitu pun keponakan kecilku, dia menangis tersedu-sedu..Akhirnya,Aku pun tak bisa menahan tangis. dan pergi dalam keadaan mata merah..
Tanggal 8 mei 2011,,,@Makassar
Hari pertama menginjakkan kaki di Bumi Sulawesi,,tanah kelahiran Sultan Hassanudin..Disini Cuaca yg sangat panas,,.Tiba di sni,langsung di sambut sama pegawai BPS, subhanallah begitu baiknya mereka menyambut dan mengajak kami jalan2 menuju pantai Losari..
Tanggal 9 Mei 2011,,@Makassar
Pagi-pagi aku mendapat telpon dari neneknya keponakan ku alias ibu nya kakak iparku..Beliau bilang, bahwa keponakan ku nangis terus hingga dia tidak mau masuk sekolah karena memikirkan. keponakanku bilang ,khawatir kalau saya sendirian di bumi rantau ini.Keponakan kecilku padahal baru berumur 6 tahun, tapi pikirannya sudah dewasa. Aku jadi khawatir dengan keadaan keponakanku.
Disini, aku mengkhawatirkan mereka ternyata di rumah juga mereka pada mengkhawatirkan ku..Ibu,bapak, teteh, kakak ipar, keponakan, dan keluarga ku sering menelponku.. Don't worry, i'm fine in here..^^
Tanggal 10 Mei 2011, @BPS Propinsi,Makassar
Sore ini pengumuman kemana kami akan di tempatkan. Aku deg-degan, khawatir ga jelas. Satu persatu nama teman-teman di sebutkan beserta daerah penempatannya. Namaku tak kunjung juga di sebut.. Dan ternyata namaku Terletak di kedua paling bawah dengan penempatan di Kab Luwu Utara, sendirian tanpa teman yang akan berjuang bersamaku. Kaget, nyesek,, ternyata aku dapat kabupaten paling jauh di antara teman-temanku..Akhirnya aku pun menangis dalam hati..
Assalamualaikum..teman2 dan saudara2ku semua..selamat bergabung dengan blog ini..semoga Blog ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya..bila ada tulisan atau kata yang tidak berkenan, harap dimaklumi..semoga kita bisa saling mengingatkan karena Allah..
Sabtu, 18 Juni 2011
Aku dalam Perantauanku (episode 1)..
Senin, 21 Maret 2011
Hopes in Heart
Alexa menutup kembali album fhoto yang sudah berdebu itu. Setelah beberapa jam ia habiskan hanya untuk memandangi satu album. Ia menutupnya sambil mengusap air mata dan pikirannya sedang menerawang entah kemana. Hatinya yang sesak, tak kuat untuk memendam gejolak batin yang menyelimutinya. Ia terisak sangat lama..lama.
Kursi roda tua pun mengantarkan Alexa menuju tempat tidurnya. Namun ia tidak tidur, ia ingin menghirup udara segar melalui kaca jendelanya. Dalam khayalnya, ia teringat akan masa lalunya yang penuh bintang. Ia selalu bersinar di panggung kelasnya. Harapannya menjadi bintang kelas selalu terwujd. Hal inilah yang membuat ia selalu di idolakan kaum Adam.
Namun, wajah yang cantik, prestasi yang membumbung tinggi ke langit tidak lantas membuatnya bahagia. Sikap dan didikan keras orang tuanya semakin hari semakin menjadi. Berbagai aturan diterapkan di rumahnya. Bahkan orang tuanya pun sering bertengkar di hadapan Alexa. Rumah itu pun bagaikan neraka dunia baginya, bukan sebuah istana surga yang ia harapkan.namun kini, ia merasa bahwa dirinya hanya lah seekor burung dalam sangkar, yang tidak bisa lepas untuk terbang mengelilingi dunia, melewati udara yang sejuk, menikmati rindangnya pepohonan, bahkan dia bisa dikatakan pecundang yang lari dari berbagi harapannya.
Prestasi yang didapat pun tidak lain sebagai ungkapan pelampiasan kemarahannya dan kekecewaannya. Tiap hari ia berteman dengan buku&buku, hingga buku pun menjadi tempat curahan hatinya. Ia pun selalu menggoreskan tinta pena nya untuk menjadi sahabatnya. Tinta itu, telah mengukir buku-buku nya dengan berbagai tinta sebagai symbol perasaannya. Keinginan waktu muda nya sangat banyak, namun ia tak berani mewujudkan mimpinya. Ia lebih suka memendam harapannya di lubuk hatinya.
Hingga pada suatu saat, ia harus menyerahkan mahkota kesuciannya kepada pemuda pilihan orang tua nya. Hatinya shock, kaget dan sedih mendengar keputusan itu. Walaupun ia akui memang dirinya sangat lemah, tidak bisa menyuarakan isi hatinya . uneg-unegnya pun ia lampiaskan pada sahabatnya, diary..
Diary…kamu tahu aku sangat menderita. Prestasiku di kelas tak lantas membuat prestasi dalam pencarian Dewa Amor itu berhasil. Walaupun bukan dewa amor, tapi setidaknya ada orang yang mengerti perasaanku.
Diary,..
ortu ku menginginkan aku menuruti perintah mereka. Namun mereka keliru, perintahnya tidak menjamin kebahagiaanku terbit ke permukaan. Rasa bahagia itu hanya sebelah pihak yang merasakannya. Sedangkan aku hanyalah satu dari orang yang tidak mengecap kebahagiaan. Tapi, apa dayaku melawan perintah orang tua ku. Aku hanyalah wanita lemah yang hanya bisa menangis dan menangis…
Esok hari, akhirnya Alexa menikah dengan calon pilihan orang tua nya. Di hari pernikahannya, ia tersenyum dan tertawa walau hatinya tertekan dan menangis. Ia begitu mempesona bukan karena gaunnya yang mewah, tapi karena ia mampu memaafkan tindakan orang tuanya dan merasa bertambah kuat dalam doa dan pengharapannya bahwa inilah jalan terbaik yang mesti ia tempuh selanjutnya.
Namun, setelah resepsi pernikahannya itu, Allah berkehendak lain. Mobil yang ditumpangi dirinya dan keluarganya masuk jurang. Sehingga orang tua dan suaminya menghembuskan nafas terakhirnya. Sedangkan Alexa, ia kehilangan dua kakinya sehingga harus selalu berada di kursi roda hingga sekarang.
“Ibu..ada tamu diluar yang mencari ibu”, panggilan pembantunya membuyarkan ingatan masa lalunya. Ia berharap bisa menutup masa lalu dan harapannya dalam-dalam..karena Alexa yang dulu beda dengan Alexa yang sekarang. Namun, ada satu harapan yang slalu ia akan simpan di hatinya. Tahukah apa harapan yang sLalu di damba Alexa..Tapi tunggu dulu, Alexa mau menemui tamu yang dipanggil Mbok nya. Ketika bertatap muka, Alexa terkejut. Karena tamu itu adalah jawaban dari setiap harapan Alexa. Dia adalah perwujudan dari setiap kata yang ia ukir di hatinya. Ya…sahabat masa kecilnya dulu, yang slalu menghiburnya ketika Alexa kecil menangis, selalu menguatkannya dikala rapuh. Dan Alexa juga berharap, dia adalah dewa Amor yang selalu dinantikannya..
Walaupun dewa amornya telah datang, Alexa masih kesepian. Karena ia masih membutuhkan banyak sahabat yang mau berbagi dengannya, selalu ada di saat duka maupun duka..Maukah anda menjadi sahabatnya???kuharap kau mau menganggukan kepala mu sambil tersenyum dan berkata”iya”…
Kursi roda tua pun mengantarkan Alexa menuju tempat tidurnya. Namun ia tidak tidur, ia ingin menghirup udara segar melalui kaca jendelanya. Dalam khayalnya, ia teringat akan masa lalunya yang penuh bintang. Ia selalu bersinar di panggung kelasnya. Harapannya menjadi bintang kelas selalu terwujd. Hal inilah yang membuat ia selalu di idolakan kaum Adam.
Namun, wajah yang cantik, prestasi yang membumbung tinggi ke langit tidak lantas membuatnya bahagia. Sikap dan didikan keras orang tuanya semakin hari semakin menjadi. Berbagai aturan diterapkan di rumahnya. Bahkan orang tuanya pun sering bertengkar di hadapan Alexa. Rumah itu pun bagaikan neraka dunia baginya, bukan sebuah istana surga yang ia harapkan.namun kini, ia merasa bahwa dirinya hanya lah seekor burung dalam sangkar, yang tidak bisa lepas untuk terbang mengelilingi dunia, melewati udara yang sejuk, menikmati rindangnya pepohonan, bahkan dia bisa dikatakan pecundang yang lari dari berbagi harapannya.
Prestasi yang didapat pun tidak lain sebagai ungkapan pelampiasan kemarahannya dan kekecewaannya. Tiap hari ia berteman dengan buku&buku, hingga buku pun menjadi tempat curahan hatinya. Ia pun selalu menggoreskan tinta pena nya untuk menjadi sahabatnya. Tinta itu, telah mengukir buku-buku nya dengan berbagai tinta sebagai symbol perasaannya. Keinginan waktu muda nya sangat banyak, namun ia tak berani mewujudkan mimpinya. Ia lebih suka memendam harapannya di lubuk hatinya.
Hingga pada suatu saat, ia harus menyerahkan mahkota kesuciannya kepada pemuda pilihan orang tua nya. Hatinya shock, kaget dan sedih mendengar keputusan itu. Walaupun ia akui memang dirinya sangat lemah, tidak bisa menyuarakan isi hatinya . uneg-unegnya pun ia lampiaskan pada sahabatnya, diary..
Diary…kamu tahu aku sangat menderita. Prestasiku di kelas tak lantas membuat prestasi dalam pencarian Dewa Amor itu berhasil. Walaupun bukan dewa amor, tapi setidaknya ada orang yang mengerti perasaanku.
Diary,..
ortu ku menginginkan aku menuruti perintah mereka. Namun mereka keliru, perintahnya tidak menjamin kebahagiaanku terbit ke permukaan. Rasa bahagia itu hanya sebelah pihak yang merasakannya. Sedangkan aku hanyalah satu dari orang yang tidak mengecap kebahagiaan. Tapi, apa dayaku melawan perintah orang tua ku. Aku hanyalah wanita lemah yang hanya bisa menangis dan menangis…
Esok hari, akhirnya Alexa menikah dengan calon pilihan orang tua nya. Di hari pernikahannya, ia tersenyum dan tertawa walau hatinya tertekan dan menangis. Ia begitu mempesona bukan karena gaunnya yang mewah, tapi karena ia mampu memaafkan tindakan orang tuanya dan merasa bertambah kuat dalam doa dan pengharapannya bahwa inilah jalan terbaik yang mesti ia tempuh selanjutnya.
Namun, setelah resepsi pernikahannya itu, Allah berkehendak lain. Mobil yang ditumpangi dirinya dan keluarganya masuk jurang. Sehingga orang tua dan suaminya menghembuskan nafas terakhirnya. Sedangkan Alexa, ia kehilangan dua kakinya sehingga harus selalu berada di kursi roda hingga sekarang.
“Ibu..ada tamu diluar yang mencari ibu”, panggilan pembantunya membuyarkan ingatan masa lalunya. Ia berharap bisa menutup masa lalu dan harapannya dalam-dalam..karena Alexa yang dulu beda dengan Alexa yang sekarang. Namun, ada satu harapan yang slalu ia akan simpan di hatinya. Tahukah apa harapan yang sLalu di damba Alexa..Tapi tunggu dulu, Alexa mau menemui tamu yang dipanggil Mbok nya. Ketika bertatap muka, Alexa terkejut. Karena tamu itu adalah jawaban dari setiap harapan Alexa. Dia adalah perwujudan dari setiap kata yang ia ukir di hatinya. Ya…sahabat masa kecilnya dulu, yang slalu menghiburnya ketika Alexa kecil menangis, selalu menguatkannya dikala rapuh. Dan Alexa juga berharap, dia adalah dewa Amor yang selalu dinantikannya..
Walaupun dewa amornya telah datang, Alexa masih kesepian. Karena ia masih membutuhkan banyak sahabat yang mau berbagi dengannya, selalu ada di saat duka maupun duka..Maukah anda menjadi sahabatnya???kuharap kau mau menganggukan kepala mu sambil tersenyum dan berkata”iya”…
Jumat, 18 Februari 2011
Tulang Rusuk itu takkan tertukar,,,Bersabarlah ukhti..
Terkadang kita para akhwat sering khawatir ketika teman-teman kita sudah menyempurnakan setengah agamanya,,kapan giliran kita??pertanyaan itu mungkin akan terngiang-ngiang di pikirannya. Menjadi beban dalam kehidupannya (bagi yg merasa terbebani..hehe..di bawa santai aja ukh). Kerja tidak konsentrasi,apalagi jika ditambah dengan keinginan orang tua yang ingin menimang cucu dari kita (khusus bagi yang merupakan anak sulung), dan datangnya godaan dari lelaki yang mengganggu kita sehingga membuat kita ingin ada orang yang bisa menjaga kita…waduh, tambah pikiran nih..>,<
Tapi tenang ukhti,,jawablah pertanyaan itu dengan santai. Tidak usah malu karena kita belum punya pasangan. Jujurlah pada hati sendiri. Kalau ada pertanyaan itu, bisa dijawab dengan kalimat seperti ini. “ insyaallah saya akan menyempurnakan setengah agama itu di waktu yang tepat dan bersama orang yang tepat”. Atau bisa juga dijawab” jodohnya udah ada dalam Lauhul Mahfudz, tapi Allah belum mempertemukannya”..hehe..simple khan?^_^
Memang perasaan dan kodrat kita dengan para ikhwan berbeda. Ketika rasa cinta itu datang, Akhwat bisa memendam rasa cintanya dan mencoba untuk tidak menggubrisnya karena ia takut salah meletakkan rasa cinta kepada orang yang belum halal baginya. Ia hanya akan mencintai orang yang menjadi suaminya hingga waktunya tiba. Walau sebagian besar akhwat hanya bisa menunggu sang ikhwan untuk melamarnya. Karena di masyarakat kita, masih tabu bagi akhwat/wanita untuk mengungkapkan perasaannya. Namun, bagi yang berani tidak ada masalah. Karena dulu Siti Khadijah pun lah yang melamar Nabi Muhammad SAW lewat pamannya.
Dalam QS An Najm ayat 45, Allah SWT berfirman :” dan bahwasanya Dia lah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita”.
Nah sobat, berdasarkan firman Allah tersebut, kita harus yakin bahwa Allah telah menyiapkan pasangan untuk kita. Tak usah khawatir kita sendirian tanpa ada pemimpin rumah tangga dalam kehidupan kita. Yakinlah bahwa Allah telah menyiapkan semuanya dan telah tertulis di Lauhul Mahfuzh..
Lantas siapa laki-laki yang akan menjadi imam kita??? Allah menjawab pertanyaan itu dalam QS An Nur ayat 26: “wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji pula, dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula."
SEmoga kita (termasuk penulis, hehe,) bisa mendapatkan imam yang terbaik bagi kita, wajahnya yang senantiasa mengingatkan kita akan keagungan Allah dan ia bisa membimbing kita menuju syurga Nya melalui ikatan pernikahan yang barakah.
Untuk sekarang ini, bersabarlah ukhti…Biarkan Allah yang mengaturnya. Semua akan indah pada waktunya.
Keep Smile..^_^
Tapi tenang ukhti,,jawablah pertanyaan itu dengan santai. Tidak usah malu karena kita belum punya pasangan. Jujurlah pada hati sendiri. Kalau ada pertanyaan itu, bisa dijawab dengan kalimat seperti ini. “ insyaallah saya akan menyempurnakan setengah agama itu di waktu yang tepat dan bersama orang yang tepat”. Atau bisa juga dijawab” jodohnya udah ada dalam Lauhul Mahfudz, tapi Allah belum mempertemukannya”..hehe..simple khan?^_^
Memang perasaan dan kodrat kita dengan para ikhwan berbeda. Ketika rasa cinta itu datang, Akhwat bisa memendam rasa cintanya dan mencoba untuk tidak menggubrisnya karena ia takut salah meletakkan rasa cinta kepada orang yang belum halal baginya. Ia hanya akan mencintai orang yang menjadi suaminya hingga waktunya tiba. Walau sebagian besar akhwat hanya bisa menunggu sang ikhwan untuk melamarnya. Karena di masyarakat kita, masih tabu bagi akhwat/wanita untuk mengungkapkan perasaannya. Namun, bagi yang berani tidak ada masalah. Karena dulu Siti Khadijah pun lah yang melamar Nabi Muhammad SAW lewat pamannya.
Dalam QS An Najm ayat 45, Allah SWT berfirman :” dan bahwasanya Dia lah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita”.
Nah sobat, berdasarkan firman Allah tersebut, kita harus yakin bahwa Allah telah menyiapkan pasangan untuk kita. Tak usah khawatir kita sendirian tanpa ada pemimpin rumah tangga dalam kehidupan kita. Yakinlah bahwa Allah telah menyiapkan semuanya dan telah tertulis di Lauhul Mahfuzh..
Lantas siapa laki-laki yang akan menjadi imam kita??? Allah menjawab pertanyaan itu dalam QS An Nur ayat 26: “wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji pula, dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula."
SEmoga kita (termasuk penulis, hehe,) bisa mendapatkan imam yang terbaik bagi kita, wajahnya yang senantiasa mengingatkan kita akan keagungan Allah dan ia bisa membimbing kita menuju syurga Nya melalui ikatan pernikahan yang barakah.
Untuk sekarang ini, bersabarlah ukhti…Biarkan Allah yang mengaturnya. Semua akan indah pada waktunya.
Keep Smile..^_^
Selasa, 15 Februari 2011
Siluet Senja
Pijar.........
Pijar itu...
Membalurkan hangat di ronggaku..
Menggeliat pelan mengalir membasuh
Kebekuan dalam lorong sunyi bilik jantungku
Dan kala kucoba tuk raih pijar itu
Jari dan tanganku gosong
Dan meleleh
Urung….
segala asa yang tertanam
gagal tuk kuraih
Lewat isyarat sebuah pijar
Yang kemudian menjadi mendung sebagai bekal hujan
Dan biarkanlah aku menjadi manusia
Yang meniti bait-bait keinsyafanku
Dalam sajadah panjang bernama kehidupan
Biarlah apa menjadi adanya
Dalam simponi indah sunatullah
Tuk sekedar mengecup arti kesejatiaan hakiki
Itulah sebaik-baik bekalTelah Luruh diri ini
berKubang air Mustakmal yang berserak
Kusibak alunan kaki seiring
tapak-Tapak yang Tak pernah terhenti
kusungkurkan jasad ini di kubahMu
menetes seiring irama Al-ashr
tetap tersungkur
aku merintih,,terisak dalam gaungMU
Tuhanku,,,,
luruh juga kah dosaku????
(dikutip dari novel siluet Senja,2005)
Rabu, 19 Januari 2011
Surat untuk Ibuku
Bismillahirrahmannirrahim..
ku tulis note ini, untuk orang yang selalu ada ketika aku menangis..dia adalah ibuku..ibu no 1 di dunia..mungkin ibu mu juga ibu no1 bagimu juga..mari kita sayangi,dan cintai para ibu.. Tak terasa kini anakmu telah beranjak dewasa, Bu.Telah bisa memutuskan setiap keputusan walau kadang harus melukaimu, Maaf..kini anakmu telah menjadi seorang gadis yang suatu saat akan diambil orang yang mencintaiku.Tapi, ku tahu rasa cintanya tak mampu mengalahkan rasa cintamu padaku. Ada mantan suami,mantan pacar tapi tidak ada mantan anak maupun mantan ibu.selamanya ikatan itu akan ada.
Ketika ingat masa kecilku, aku anak yang sangat bandel.Sering merepotkanmu,sering bermanja-manja denganmu..sampai umur 5 tahun pun ku harus ingin tidur bersamamu, menutup mata dengan belaian kasih sayangmu..Dulu,kala kehidupan ekonomi kita tergolong cukup,kau selalu memenuhi keinginanku..teringat,ketika juara 1 di SD kau membelikanku sepasang baju baru dan buku tulis..wah, betapa bahagianya aku waktu itu,Bu. Dan berjanji agar selalu menjadi juara. Namun, satu tahun sesudahnya aku langsung membuatmu kecewa berat..waktu mau pembagian raport kelas 3, kau menyetrikakan seragamku sambil bilang” bajunya yang rapi ya,..kan ntar mau naik panggung, ibu akan melihatmu di kursi wali”ujar ibu sambil tersenyum. namun, dihari itu ku membuatnya kecewa. Ternyata aku bukan juara 1. Ketika dipanggil nama temanku, ku lihat dari kejauhan kau beranjak dari kursi dgn wajah kecewa dan langsung pulang ke rumah..Maaf,,anakmu ini tak berniat mengecewakanmu..
Bu,…kini anakmu sedang diperantauan. Kau melupakan sekian banyak kekecewaan yang telah kuberikan padamu..Kau kini malah menjadi orang yang paling menyemangatiku untuk berthalabul ilmu..kau ada ketika yang lain pergi..Kau menjadi sakit, karena ku..karena kau sering memikirkanku dan k au lupa memikirkan dirimu sendiri, BU. Ketika diperantauan ini ku sakit, kau malah merasakannya dari kejauhan. Ternyata benar, hati anak dan ibu tak bisa dipisahkan..
Ketika teteh menikah, kau menangis sedih melepasnya,..mungkin suatu saat, engkaupun akan menangis lagi untuk melepasku dan ku berharap engkau masih disisiku..
Bu,kini wajahmu sudah mulai keriput. Ingin ku usap setiap airmata yang kau keluarkan untukku. Di Bibirmu sering terlantun doa untuk anakmu. Setiap doamu menjadi kekuatan bagiku..ku ingin membahagiakanmu.., BU..aku sangat mencintaimu..
Bu,..sebenarnya aku ingin sepertimu. Jadi ibu rumah tangga yang baik,.selalu melihat perkembangan anaknya.selalu mempunyai waktu untuk anaknya kapanpun dan dimanapun..tapi Bu, aku juga belum berani kalau harus meninggalkan karir ku kelak. Karena ku tau perjuanganmu yang berat agar aku bisa ber karir seperti ini..
Bu, maaf kalau aku sering menyakitimu..membentakmu..ahhh, aku menyesal bu.semoga belum terlambat untukku meminta maaf padamu..semoga masih banyak pintu maaf yang kau berikan untukku..sungguh ku sangat takut kalo aku membuatmu marah..karena keridhaan Allah ada pada keridhaan orang tua, dan murkaNYa Allah ada pada murkanya orangtua..
Bu, maaf kalau aku tidak pernah mengucapkan kata cinta untukmu..tidak pernah memberikan hadiah pada hari ulang tahunmu..tidak pernah membawakan bunga pada hari ibu..tapi yakinlah Bu, bahwa dalam setiap doaku, namamu selalu ku sebut..
Ibu, kau kekuatan sekaligus kelemahanku..Terimakasih Allah, kau memberikanku malaikat pelindung untuk menjagaku..syurgaMu berada di telapak kakinya..
Langganan:
Komentar (Atom)
